Kamis, 27 Maret 2014

PERTANYAAN ANDA (3)



Pertanyaan:

“Assalamu’alaykum ustad.. Mohon penjelasannya tentang mubta’[1] yg mahfudz[2] (dibuang) bagaimana mengenalinya dan pembentukannya, syukron sblmnya..Jazakallohu khairon katsirOo ustad”

Jawaban:

Sebelum menjawab, saya ingin menyampaikan beberapa hal berikut:
1.      Untuk bisa mengenali kedudukan suatu kata dengan mudah, kita harus banyak mufrodat. Oleh karena itu saya sarankan kepada para pelajar bahasa Arab –khususnya pemula- untuk memperbanyak mufrodat. Caranya sudah saya jelaskan di blog http://pustakalaka.wordpress.com atau di dalam ebook STRATEGI SUKSES BELAJAR BAHASA ARAB SECARA OTODIDAK.
2.      Ketika kita membaca literatur berbahasa Arab, tujuan terpenting adalah kita faham isi literatur itu. Meskipun kita tidak tahu kedudukan setiap kata yang ada dalam literatur. Selama kita faham maksud isinya, itu sudah cukup.
3.      Terkadang, seseorang bisa memberikan penilaian yang berbeda terhadap kedudukan sebuah kata. Namun perbedaan ini seringnya tidak memberi pengaruh apa-apa terhadap pemahaman maksud dari kata itu. Misalnya saja ada judul bab sebuah kitab begini “باب الصلاة” (Bab Sholat). Ada yang membacanya begini “بابُ الصلاة” (Sebagai mubtada atau khobar dari mubtada yang dihapus) atau “بابَ الصلاة” (Sebagai maf’ul bih dari fi’il yang dihapus, yaitu “اقرأ”). Namun, apapun kedudukannya, kita faham maksud dari judul bab itu, kan?
4.      Pembahasan tentang mubtada yang dibuang atau dihapus –setau saya- hanya ada di kitab-kitab nahwu tingkat lanjutan yang berbahasa Arab. Jadi pembahasan ini tidak dibahas di kitab nahwu dasar.

Nah, berdasarkan beberapa hal di atas ini, maka saya ingin sampaikan kepada Anda semua –tidak hanya kepada penanya-: Jika Anda sudah menyelesaikan kitab nahwu tingkat dasar dengan baik dan sudah bisa baca kitab gundul, silakan untuk membaca sendiri pembahasan tentang mubtada yang dibuang. Baca di kitab nahwu lanjutan, seperti kitab Mulakhos atau Al-Muyassar jilid 2. Insya Allah tidak akan sulit untuk memahaminya. Yang penting Anda sudah bisa baca kitab gundul, meski untuk tingkatan pemula. Jika menemui kesulitan, silakan tanyakan lagi nanti di sini. Semoga saya bisa membantu memberi penjelasan. (Mohon nantinya disampaikan, dimana letak bingungnya?)

Namun, jika Anda belum menyelesaikan kitab nahwu pemula, maka saya sarankan untuk tidak ambil pusing dengan pembahasan ini. Tanpa mempelajarinya di awal pun tidak akan masalah untuk Anda. Karena memang pembahasan ini belum saatnya Anda pelajari.

 Hanya saja, saya ingin memberikan sedikit bocoran kepada Anda. Sengaja saya sampaikan ini karena insya Allah mudah dicerna oleh para pemula. Saya sampaikan kepada Anda bahwa “Mubtada sering dibuang dari judul-judul kitab, judul bab, judul artikel, dll.” Ingat!! Sering dibuang bukan berarti selalu dibuang. Dan kembali ingat poin ke-3 di atas.

Barangkali ini dulu yang bisa saya sampaikan.
Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.


Bogor, Jum’at ba’da Subuh 26 Jumadal Ula 1435H/28 Maret 2014 M

Muhammad Mujianto Al-Batawie


[1] Mungkin maksudnya Mubtada
[2] Mungkin maksudnya Mahdzuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar